Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Dari Hati Terangi Negeri Tanpa korupsi

Korupsi ...Korupsi...Korupsi

     Mungkin itulah kalimat yang akhir akhir ini kita dengar,kita lihat,kita baca di Media sosial.Ya memang begitulah faktanya Indonesia masih sulit lepas dari suatu hal yang namanya Korupsi,dan parahnya korupsi bisa muncul di berbagai sektor mana saja sehingga pada  Maret 2012, PLN menggandeng Tranparency International Indonesia (TII) untuk bersama-sama melakukan reformasi sistem pengadaan barang dan jasa serta pelayanan pelanggan di PLN agar terbebas dari praktek korupsi. Langkah kerjasama dengan LSM anti korupsi ini merupakan yang pertama yang pernah dilakukan oleh BUMN di Indonesia. Bekerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII), Nur Pamudji aktif berbicara di forum-forum nasional dan internasional membawakan tema anti korupsi dan praktek pencegahan korupsi yang tengah berjalan di PLN.(www.pln.co.id)

Para mitra kerja yang terdiri dari kontraktor pelaksana proyek-proyek PLN  konsultan dan para mitra kerja yang lain diajak serta untuk menandatangani deklarasi inisiatif bersama (collective action initiative) melawan korupsi yang berisi komitmen bersama antara PLN dan para vendor-nya dalam sebuah dokumen deklarasi "PLN Bersih No Suap". Melalui collective action ini PLN mempromosikan kompetisi yang tidak tercemar oleh praktek suap dan memastikan bahwa perusahaan berperilaku jujur dan etis sebagai komitmen dalam mewujudkan budaya tranparansi dalam berbisnis.(www.pln.co.id)

Adapun deklarasi inisiatif bersama (collective action initiative) tersebut berisikan butir-butir sebagai berikut:
1. Tidak akan melakukan segala tindakan yang dapat dikategorikan sebagai korupsi menurut UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa pelayanan publik yang dilaksanakan PLN. Tindakan tersebut meliputi korupsi, nepotisme, gratifikasi, mark up, pemberian hadiah, konflik kepentingan dan pemerasan.
2. Menjalankan proses pengadaan barang dan jasa dengan berpegangan pada prinsip transparansi dan efisiensi dalam penggunaan aset negara.
3. Menjalankan proses pengadaan barang dan jasa dengan mengikuti proses legal formal juga menekankan pada prinsip efisiensi.

     Dari komitmen PLN BERSIH NO SUAP itulah muncul suatu pelayanan yang tulus kepada masyarakat yang berdampak meningkatnya citra PLN dimata masyarakat.Sebagai badan usaha Negara PLN telah menjadi contoh yang baik bagi BUMN-BUMN lainya dengan adanya komitmen untuk anti korupsi yang memang menjadi hal yang berat  untuk dihilangkan.

     Hasilnya pun bisa langsung saya lihat saat ada petugas PLN yang sedang memperbaiki tiang listrik yang rusak.karena ditempat kami listrik adalah hal yang sangat berharga jadi saat listrik mati dan ada petugas PLN yang memperbaikinya tidak sedikit warga yang melihat dan tidak sedikit pula warga yang hendak memberi imbalan kepada petugas karena telah berjasa memperbaiki fasilitas listrik kami.tapi saat itu kami kaget dengan penolakan imbalan oleh petugas PLN di tengah maraknya praktek korupsi di negara ini,sungguh cerminan komitmen PLN BERSIH NO SUAP

    Dengan komitmen itulah yang akan membuat semakin maju nya PLN dan BUMN lainya yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Negara yang kita cintai ini

Tulisan ini dibuat dalam rangka mendukung program PLN Bersih yang digagas dan dijalankan PLN melalui aksi #BloggerBicara. Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blogger Dukung PLN Bersih yang diselenggarakan oleh PLN bekerjasama dengan BLOGDetik.



Refensi:Artikel internet, Deklarasi PLN Bersih, http://www.pln.co.id/?p=7092

Rumah 1000 Cermin

Disebuah desa kecil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama “Rumh Seribu Cermin”. Suatu hari, seekor anjing kecil melintas dan tertarik dengan rumah tersebut. Ia memutuskan untuk masuk, melihat lihat apa yang ada didalamnya. Sambil melompat – lompat ceria, ia menaiki rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinganya terangkat tinggi- tinggi, dan ekornya bergerak – gerak secepat mungkin.

Betapa terkejutnya ia ketika masuk, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing kecil dengan ekor yang bergerak – gerak cepat. ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum leba, hangat dan bersahabat. Ketika meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri “Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat aku akan kembali sesering mungkin.”

Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain, namun anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Ketika berada didalam, ia terkejut melihat seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Ia langsung menyalak keras – keras dan dibalas dengan seribu ginggongan yang menyeramkan. Ia ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri “Tempat ini sungguh menakutkan. Aku takkan pernah kembali lagi.”


>>Seringkali gambaran atau kesan tentang dunia adalah cerminan wajah kita sendiri. Kalau kita mengesankan keramahan, dunia akan tampak ramah. Dan jika dunia tampak suram, mungkin itu karena kesan yang kita berikan<<

Sudah tersenyumkah kita hari ini?
:)

Bintang Laut

Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan - jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin  segar yang menerpa bibir pantai. Di kejauhan, dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali kedalam air.
Setelah mendekati anak itu, si lelaki tua bertanya heran, "Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu kedalam air?"
"Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan," jawab si anak itu.
"Tapi pantai ini luaas dan bermil-mil panjangnya," kata lelaki tua menunjukkan jarinya yang memulai keriput kearah pantai itu. "lagipula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu punya arti besar," lanjutnya. Anak itu lama memandang bintang laut yang ada ditangannya tanpa berkata sepatah katapun. Lalu, dengan perlahan, ia melemparkannya kedalam laut agar selamat dan hidup.

"Aku yakin usahaku punya arti besar, paling tidak untuk yang satu ini," kata si anak kecil dalam hatinya.


Sebutir Salju


Musim salju telah mencapai puncaknya. Salju turun terus menerus diatas sebuah bukit. Seekor tikus kecil bangun dari tidur panjangnya dan merangkak keluar dari lubangnya untuk menghirup udara segar.
" Selamat pagi tikus kecil," suara nyaring itu mengagetkannya. Suara itu ternyata berasal dari burung wren mungil, sahabat si tikus.
"Halo burung wren," balas sapanya. Si tikus gembira karena menemukan teman dipagi yang dingin itu. Merekapun duduk bersama, meringkuk dibawah cabang terendah sebuah pohon pinus.
Disela- sela obrolan merek, si tikus bertanya,
" Menurutmu, seberapa beratkah sebutir salju?"
"Hampir tidak ada beratnya," jawab si burung. "Sebutir salju tidak berarti apa-apa. Lagipula bagaimana kamu bisa menimbang sebutir salju?"
Kemudian si tikus mengusulkan, " Bagaimana kalau kita menghitung butiran sakju yang menimpa pohon pinus di seberang sana?"
Burung wren setuju dan mereka mulai menghitung secara bergantian sepanjang hari. Tanpa terasa, ketika mencapai hitungan ke dua juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tiga ratus lima puluh sembilan, tiba-tiba pohon pinus yang sudah putih terselimuti salju itu tumbang. Kedua makhluk mungil itu kaget dan lari tunggang langgang menghindarinya.
Setelah kepanikan mereda, keduanya kembali bertemu sambil memandangi pohon pinus yang tumbang itu. Belum hilang rasa kagetnya si tikus bersuara ditengah kesunyian "Pasti butir salju yang jatuh terakhirlah yang membuat pohon pinus itu roboh. Meskipun hanya sebutir, salju punya bobot dan bisa membuat perubahan."

Well, seperti halnya dalam hidup kita, untuk menjadi sukses, kita harus melakukan perubahan. Kita mulai dari perubahan - perubahan kecil yang paling sederhana dalam kehidupan kita..dan yakinlah, bahwa tidak akan ada yang sia - sia dari setiap perubahan yang kita lakukan..

Visi Seekor Siput

Diawal musim semi, ada seekor siput memulai perjalanannya memanjat sebuah pohon ceri. Beberapa ekor burung di sekitar pohon itu melihat sang siput dengan pandangan aneh.
" Hei siput bodoh, " salah seekor dari mereka mencibir, "pikirmu kemana kamu akan pergi?"
"Mengapa kamu memanjat pohon itu?" kata yang lain, " Diatas sana tidak ada buah ceri."
lalu sang siput menjawab " Pada saat saya tiba disana, pohon ceri itu telah berbuah."

Well, hanya mereka yang berpandangan jauhlah, yang melihat keabadian di balik kekosongan, sedangkan mereka yang awam, melihat kekosongan sebagai sebuah kesia-sian.